BIODATAKU
NAMA : EKA ATIKA SARI
NIM : 17107010148
PRODI : PSIKOLOGI
Nama saya Eka Atika Sari, biasa dipanggil Tika oleh teman-teman, kadang juga ada yang memanggilku Tikachan. Aku lahir di Rembang 20 Tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 21 April bertepatan dengan lahirnya Ibu Kartini. Memang, untuk ukuran mahasiswa baru tahun 2017, aku terhitung tidaak muda lagi. Teman sebayaku mmayoritas lahir pada tahun 1999, 2 tahun lebih muda dari aku. Meskipun aku menganggap hal itu biasa saja, namun terkadang aku juga merasa ada kesenjangan usia diantara kami. singkat cerita, aku adalah lulus sekolah pada tahun 2016, satu tahun lalu. Namun jika lebih ditelusuri lagi, sebenarnya aku lulus tahun 2015. Aku bersekolah di salah satu SMK dengan sistem pembelajaran 4 tahun. Ibaratnya aku lulus telat saatu tahun. Disaat teman sebayaku di SMP sudah masuk kuliah di tahun 2015, aku harus menjalani program magang 1 tahun yang diwajibkan oleh pihak sekolah. Aku magang selama satu tahun di salah satu perusahaan penyedia layanan internet, dengan harapan besar aku bisa melanjutkan karierku disana setelah lulus sekolah nanti. Namun takdir berkata lain. Selama satu tahun aku tidak merasakan kecocokan, bahkan 9 temanku yang juga satu tempat magang dengaku pun merasakan hal yang sama denganku. Selama tenggang waktu yang singkat, saat aku mengetahui 9 teman magangku berusaha untuk memikirkan cara keluar dari sana. Setelah melalui berbagai pertimbangan, aku memutuskan untuk mencoba mendaftar di STAN. Aku ambil beberapa les untuk menunjang kemampuanku agar aku semakin percaya diri. Namun saat test masuk STAN pun tetap tidak ada pertanda bahwa aku bisa lolos, dan aku dinyatakan gagal masuk STAN satu bulan kemudian. Aku bingun dengan keputusanku. Aku setelah gagal masuk STAN aku tidak berorientasi masuk kuliah sama sekali, aku berniatuntuk mencari pekerjaan saja sesuai dengan program studi yang sbeelumnya aku tempuh. aku mencoba peruntungan ke beberapa perusahaan, bahkan di sebuah pabrik kimia. aku mengikuti berbagai macam tes masuk pekerjaan, mnegikuti setiap wawancara meskipun masih berakhir nihil. aku sama sekali tidak bisa mendapatkan pekerjaan hampir selama 2 bulan. Aku sempat stres, biasanya aku memiliki penghasilan sendiri. Aku merasa terkekang dirumah, tidak memiliki uang saku, setiap hari hanya bangun, makan, mandi, dan tidur lagi. sampai suatu saat aku melihat lowongan di koran.
NIM : 17107010148
PRODI : PSIKOLOGI
Nama saya Eka Atika Sari, biasa dipanggil Tika oleh teman-teman, kadang juga ada yang memanggilku Tikachan. Aku lahir di Rembang 20 Tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 21 April bertepatan dengan lahirnya Ibu Kartini. Memang, untuk ukuran mahasiswa baru tahun 2017, aku terhitung tidaak muda lagi. Teman sebayaku mmayoritas lahir pada tahun 1999, 2 tahun lebih muda dari aku. Meskipun aku menganggap hal itu biasa saja, namun terkadang aku juga merasa ada kesenjangan usia diantara kami. singkat cerita, aku adalah lulus sekolah pada tahun 2016, satu tahun lalu. Namun jika lebih ditelusuri lagi, sebenarnya aku lulus tahun 2015. Aku bersekolah di salah satu SMK dengan sistem pembelajaran 4 tahun. Ibaratnya aku lulus telat saatu tahun. Disaat teman sebayaku di SMP sudah masuk kuliah di tahun 2015, aku harus menjalani program magang 1 tahun yang diwajibkan oleh pihak sekolah. Aku magang selama satu tahun di salah satu perusahaan penyedia layanan internet, dengan harapan besar aku bisa melanjutkan karierku disana setelah lulus sekolah nanti. Namun takdir berkata lain. Selama satu tahun aku tidak merasakan kecocokan, bahkan 9 temanku yang juga satu tempat magang dengaku pun merasakan hal yang sama denganku. Selama tenggang waktu yang singkat, saat aku mengetahui 9 teman magangku berusaha untuk memikirkan cara keluar dari sana. Setelah melalui berbagai pertimbangan, aku memutuskan untuk mencoba mendaftar di STAN. Aku ambil beberapa les untuk menunjang kemampuanku agar aku semakin percaya diri. Namun saat test masuk STAN pun tetap tidak ada pertanda bahwa aku bisa lolos, dan aku dinyatakan gagal masuk STAN satu bulan kemudian. Aku bingun dengan keputusanku. Aku setelah gagal masuk STAN aku tidak berorientasi masuk kuliah sama sekali, aku berniatuntuk mencari pekerjaan saja sesuai dengan program studi yang sbeelumnya aku tempuh. aku mencoba peruntungan ke beberapa perusahaan, bahkan di sebuah pabrik kimia. aku mengikuti berbagai macam tes masuk pekerjaan, mnegikuti setiap wawancara meskipun masih berakhir nihil. aku sama sekali tidak bisa mendapatkan pekerjaan hampir selama 2 bulan. Aku sempat stres, biasanya aku memiliki penghasilan sendiri. Aku merasa terkekang dirumah, tidak memiliki uang saku, setiap hari hanya bangun, makan, mandi, dan tidur lagi. sampai suatu saat aku melihat lowongan di koran.
Comments
Post a Comment